Sejauh ini, sarjana terkesan sebagai dewa masyarakat pedesaan. Dalam arti sarjana serba bisa dalam memberikan pelayanan dan solusi kepada warga yang sedang bermasalah. Namun ironisnya, banyak sarjana yang mengeluh karena sulit mencari lapangan pekerjaan dan lebih parah lagi mereka enggan untuk pulang ke kampung. Padahal apapun latar belakang jurusan atau fakultas mereka selalu mengarahkan pada kegunaan suatu ilmu pengetahuan terutama yang mereka pelajari di jurusan atau fakultasnya. Sekecil apapun ilmu yang kita dapatkan semestinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari minimal kita dapat menyampaikan atau mengajarkan kepada orang-orang yang berada di sekeliling kita.
Kadang kala ini menjadi buah pertanyaan kita, karena kita pun membutuhkan konstribusi guna kelanjutan kehidupan serta demi kelanjutan dari program-program kita. Namun kita tak perlu cemas, karena sebenarnya kehidupan di desa telah terbuka lapangan pekerjaan yang luas. contoh kecil, warga membutuhkan pelayanan konsultasi dan apabila kita memberikan sebuah solusi yang tepat maka warga tersebut akan membayarnya dengan ucapan "terima kasih" dan kemudian akan menyampaikan kepada warga yang lain bahwa kita telah membantunya untuk keluar dari masalah. Selain itu, mereka pun akan menjalin hubungan silahturahim yang baik dengan kita. Yang akhirnya itu akan mempermudah kita membuat program yang lainnya, tentu berujung dengan rupiah yang tidak merugikan warga setempat tetapi saling menguntungkan. Keuntungan lain bila hubungan kita terjalin baik dengan warga kampung maka kita tidak akan kekurangan pangan. Bisa anda bayangkan budaya asli Indonesia, warganya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk dirinya dan orang lain. Nah.. biasanya mereka memberikan jamuan makanan, atau mungkin hasil pertaniannya (jagung, singkong, pisang, kelapa muda, kacang panjang, timun, dan sayur-sayuran lainnya). Ini bukan berarti kita berharap total jamuan kehidupan dari mereka, namun inilah bahasa kekeluargaan orang-orang di desa.
Senin, 06 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

so pasti sarjana mengabdi di kampung ibarat dewa yang turun dari langit... namun jujur aja, adaptasi di desa amat sangat berat bagi sarjana asal kota. tapi opini anda telah membuka fikiran saya... thak's so much
BalasHapus